WEB BLOG
this site the web

kerjasama dan kemitraan dalam pemasaran usaha syariah

Nama: Lilis dwi Kusumo Wardany
NPM: 30208733
Kelas: 2 DD 03/ Manaj. pemasaran
SUMBER DARI WWW.GOOGLE.COM->


Bank Syariah memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan bank konvensional. Keunggulan inilah yang menjadikan Bank Syariah memiliki pangsa pasar khusus dengan segmen pelanggannya sendiri. Diantara segmen pelanggan pengguna jasa Bank Syariah terdapat para pelaku usaha mikro. Usaha mikro selama ini terbukti tahan dalam menghadapi terjangan krisis moneter yang pernah melanda Indonesia tahun 1998 silam. Pelaku usaha mikro hingga sekarang masih memiliki jumlah yang cukup besar dan bertambah besar dari tahun ke tahun, dan merupakan peluang Bank Syariah untuk mengembangkan bisnisnya secara Syariah dengan tambahan porsi pelanggan dari para pelaku usaha mikro. Bahkan pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada para pelaku usaha mikro.
Kerjasama dan Kemitraan
Banyaknya kemudahan oleh pemerintah diharapkan juga menjadi momentum bagi Bank Syariah untuk turut menggarap sektor usaha mikro. Dukungan dari pemerintah, yang salah satunya lewat LPDB itu, bisa diharapkan dari para pelaku usaha mikro agar dapat dimanfaatkan juga oleh Bank Syariah untuk menjalin kerjasama dan kemitraan, sehingga layanan perbankan secara syariah juga dapat dinikmati calon nasabah dari para pelaku usaha mikro ini. Akhir-akhir ini banyak Bank konvensional berlomba-lomba membuka pelayanan perbankan khusus untuk pelanggan dari sektor usaha mikro, hingga kantor cabangnya hampir tampak di setiap daerah dan pelosok, dan banyak dari para pelaku usaha mikro yang sebenarnya juga berharap ingin bertransaksi bank secara syariah. Langkah dari bank konvensional dan potensi calon pelanggan dari sektor pelaku usaha mikro ini diharapkan dapat memacu Bank Syariah juga melakukan langkah serupa dengan yang telah dilakukan Bank konvensional tersebut.
Beberapa promosi pemasaran akhir-akhir ini juga banyak dilakukan oleh Bank Syariah. Apabila langkah dari bank konvensional juga bisa diikuti bank Syariah yang kemudian dipadu dengan promosi pemasaran untuk pengembangan usaha dari bank syariah maka akan membuat semakin banyak calon pelanggan menggunakan dan bertransaksi jasa perbankan secara syariah.

CONTOH LAINNYA:
Yogyakarta, 30 Juni 2008. BNI Syariah menjalin kerjasama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Primagama dalam rangka pemasaran dan penyaluran fasilitas pembiayaan modal kerja dan atau investasi dengan produk pembiayaan BNI Wirausaha Syariah atau BNI Tunas Usaha Syariah kepada para mitra usaha waralaba atau franchisee Primagama. Potensi pembiayaan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 60 milliar yang akan disalurkan kepada sekitar 430 franchisee Primagama diseluruh Indonesia. Saat ini, Primagama telah memiliki 641 yang tersebar di 153 kota dan 29 propinsi.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara General Manager BNI Syariah, Ismi Kushartanto, dengan General Manager Primagama, Adam Primaskara, Yogyakarta (30/6). Menurut Ismi, bisnis waralaba memiliki prospek yang bagus dan sedang berkembang pesat saat ini. Semua sektor usahapun sudah bisa diwaralabakan, termasuk bimbingan belajar. Dengan membeli nama/merek perusahaan yang sudah mapan beserta spesifikasi produknya, maka perusahaan bisa langsung dijalankan. “Selain memiliki potensi bisnis yang baik, pembiayaan BNI Syariah ini juga menunjukkan komitmen untuk membantu pembangunan pendidikan di Indonesia,” jelas Ismi.
Keuntungan usaha dengan sistem waralaba ini adalah perusahaannya bisa langsung dapat posisi brand name yang baik di mata masyarakat. Investor tinggal mencari lokasi yang strategis dan pegawai yang mumpuni untuk mengefektifkan sistem distribusi dan penjualan serta menciptakan standarisasi produk. Dengan demikian di awal usahanya investor sudah bisa menjalankan usahanya dengan cukup mudah, cashflow bisa langsung masuk.
BNI Syariah telah mempunyai produk unggulan yang cocok untuk pengembangan bisnis waralaba di bidang pendidikan ini yakni BNI Wirausaha Syariah. Produk pembiayaan yang dikhususkan bagi usaha kecil ini mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya prosesnya yang lebih cepat dan fleksibel dengan maksimum pembiayaan sampai dengan Rp 500 juta. Produk ini juga sangat cocok bagi pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya atau baru memulai usaha. Umumnya, produk pembiayaan mensyaratkan usaha yang bisa dibiayai harus telah berjalan 3 tahun, BNI Wirausaha Syariah hanya mempersyaratkan 1 tahun.
Selain itu, BNI Syariah juga memberikan pelayanan dengan proses yang cepat. Nasabah akan mendapatkan kepastian persetujuan dalam waktu 3 hari setelah datanya lengkap. Keunggulan lain yang ditawarkan dari BNI Wirausaha Syariah ini adalah jangka waktu pembiayaan yang panjang, yakni sampai dengan 7 tahun sehingga pengusaha akan lebih leluasa dalam mengatur arus kasnya.
Sejak diluncurkan pada tahun lalu, produk pembiayaan BNI Wirausaha Syariah dan BNI Tunas Usaha Syariah sangat diminati oleh para pengusaha kecil, karena memiliki beberapa keunggulan, seperti persyaratan yang mudah dan proses persetujuan yang lebih cepat. Diharapkan dengan adanya kerjasama dengan LP Primgama ini akan meningkatkan porsi pembiayaan Wirausaha Syariah.
Kinerja BNI Syariah per Mei 2008
Hingga akhir Mei lalu, posisi aset BNI syariah mencapai Rp 3,02 triliun, dengan pembiayaan sebesar Rp 2,30 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp 2,32 triliun. Pertumbuhan pembiayaan BNI Syariah di antaranya didukung oleh keberhasilan penyaluran produk pembiayaan usaha kecil yang baru saja diluncurkan, yaitu Pembiayaan BNI Wirausaha Syariah, yang mencapai Rp 55,52 miliar, dan BNI Tunas Usaha Syariah, yang mencapai Rp 18,82 miliar.
Tentang BNI Syariah
BNI Syariah berdiri melalui pembentukan Proyek Unit Syariah pada tahun 1999. Setelah berdiri selama 8 tahun, kini BNI Syariah telah memiliki 24 Kantor Cabang Syariah, 30 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 636 Outlet Layanan Syariah di Kantor Cabang Utama dan Kantor Layanan BNI. BNI Syariah juga baru saja menerima penghargaan Acceleration Award sebagai “The Most Marketshare Expansion”. Acceleration Award adalah penghargaan khusus dari Bank Indonesia yang diberikan kepada bank syariah yang berhasil menjalankan program akselerasi. Serta penghargaan The Best Sharia Customer Loyalty Program - Indonesian Bank Loyalty Award (IBLA) 2008 untuk kategori tabungan syariah dalam penganugerahan IBLA 2008 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Insight.
Tentang LP Primagama
Lembaga Pendidikan Primgama didirikan tahun 1982 dengan tujuan untuk membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan di sekolah, dengan demikian diharapkan siswa akan memiliki prestasi yang optimal dan mampu memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. LP Primagama telah menjadi lembaga pendidikan yang terdepan dalam prestasi dengan jumlah cabang lebih dari 641 kantor cabang yang tersebar di 153 kota dan 29 propinsi.


Perhatian Pemerintah
Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah para pelaku usaha mikro, bahkan sampai pada pendidikan. Upaya ini bertujuan agar terbentuk wirausaha-wirausaha baru yang akan menjadi para pelaku dari usaha di berbagai bidang baik dengan skala mikro, kecil hingga menengah. Terbentuknya para pelaku usaha ini akan dapat banyak membantu pemerintah untuk mengatasi beberapa permasalahan. Pertama yaitu masalah pengangguran, yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun dan parahnya lagi, jumlah penggangguran ini diantaranya adalah pengangguran terdidik lulusan pendidikan tinggi. Kedua, dengan terserapnya pengangguran oleh para pelaku usaha, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang semakin luas. Ketiga, persaingan usaha mikro akan menuntut para pelaku usaha untuk meningkatkan inovasi, inovasi inilah yang akan diharapkan pemerintah untuk digunakan para pelaku usaha mengelola kekayaan alam Indonesia yang berlimpah ruah, hingga tujuan lain pemerintah seperti peningkatan daya saing bangsa dari inovasi ini juga akan tercipta.
Upaya peningkatan jumlah wirausaha baru ini juga sampai pada tingkat pendidikan, tidak hanya dalam bentuk pelatihan dan magang saja, tetapi sekarang juga terdapat wacana memasukkan materi kewirausahaan sebagai bahan ajar untuk tingkat sekolah dasar (SD) mulai kelas 4.
Perhatian pemerintah tidak hanya sampai disitu, karena pemerintah juga telah siap memberikan perangsang agar ada pihak, termasuk sektor perbankan juga serius menggarap sektor usaha mikro ini. Banyak sekali bentuk perangsang itu, salah satunya yaitu lewat sebuah lembaga keuangan milik pemerintah, yang bernama lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) milik Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, siap bermitra dengan pihak yang serius menggarap potensi usaha mikro ini. Tidak terkecuali juga pihak yang mengelola secara syariah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies