WEB BLOG
this site the web

Recent Photos

image
image
image

Pengalaman naik kapal laut

Disini saya ingin berbagi pengalaman dan bercerita pada saat liburan minggu kemarin, karena menurut saya pengalaman ini tak bisa terlupakan. Awalnya saya mempunyai rasa takut saat menaiki suatu alat transportasi air yang di sebut kapal laut.
Ya...minggu kemarin rasa penasaran saya terbalaskan sekaligus ingin sekali selalu mengunakan kapal laut ini saat saya pindah dari 1 pulau ke pulau lainnya, walaupun awalnya saya merasakan mual karena guncangan ombak tapi ini tak membuat jera karena semua ini terbalaskan dengan pemandangan di tengah-tengah laut lepas dengan semilir angin laut yang sejuk dan disini kita hanya bisa melihat deburan ombak yang saling bertabrakan seakan-akan menari-nari menyambut diri saya, tidak hanya itu saja saya juga melihat ikan-ikan yang sedang berenang di bening air lau.tapi saya sedikit kecewa karena saya tidak bisa melihat ikan lumba-lumba yang sering muncul dan loncat di permukaan air laut ini. Ketika saya sedang menikmati keadaan ini ditambah lagi dengan fasilitas yang di berikan pada pengelola kapal Ferry kelas executif yang tiba-tiba memberikan hidangan seefood yang menggugah selera makan dengan menawarkan dan memberikan fasilitas yang ada sehingga membuat saya nyaman.
Sekian cerita pengalaman saya yang sangat berkesan, 2 pesan untuk kalian cobalah menaiki kapal laut jangan dulu merasa takut dan cintailah alam ini terutama laut Indonesia.

hmMM...malu tuk cerita

Hal paling konyol, demi hal yang belum pernah w rasain sampai dengan umur 19 tahun yaitu pacaran. W melakukan janji untuk diri n’ temen w yaitu yakin bisa dapat seorang pacar dengan umur w beranjak 20 tahun dengan sedikit menurunkan standart kriteria idaman karena menurut mereka w selalu mencari yang sempurna padahal w kan mencari yang ideal untuk diri sendiri, hahahaaha..alhasil w dapat seorang cwo alias pacar tapi karena bermula dengan keterpaksaan untuk menghilangkan panggilan “se jomblo 4 ever” ,dan menurut w telah melakukan kesalahan yaitu menerima saat tuch cwo nembak/menyatakan cintanya ma w..n dengan sok-sok yang perlu waktu berpikir selama 3 hari untuk mencari jawaban dari pernyataan itu, padahal di situ w melakukan rapat meja bundar ma temen2 untuk cari solusinya alhasil w terima dech tuch cwo...yach walaupun dia aslab tapi sama sekali gax ada rasa kebaggaan buat w,,hahaha . dengan perbedaan fisik yang jauh yaitu w dengan tinggi 158 cm, dia tingginya 181 cm (hmmm...bisa di bayangin dunk klo jalan kaya gimana “aku malu”.....), tuch cwo pendiem abissssss, dlll (sssttt...cukup w yg tau masalah yang lainnya)haha,  baru jadian selama 2 minggu w udah super-super-deper amat-sangat malassss...alhasil sblm 1 bulan jadian w putusin ajahhhhhh dengan alasan gax jelas (ahh..bomat mang w pikirin)^ ^..dari pengalaman ini w naikan lagi ideal cwo/pacar w selanjutnya yaitu : fisikly w pengen yang tinggi gagah (kya samuel rizal,hahahah) ato sedikit ‘ndut (bolehlah tapi di sini bukan berarti kelebihan lemak yak!!!) ato yang agak2 chubby (gmn githu) ato rada brewok sdkitlah,,hidung mancung (boleh tuch) hahaa(asal jgn ky pinokio ato pesek kya si sule). dari bagian kepala hal yang tak ku suka klo liat cwo rambutnya botak pelontos + jerawatan (mencerminkan jorok) klo masalah warna kulit tidak di permasalahkan. Untuk cara berpakaian w suka sama cwo yang memperhatikan style kostumnya (mix n’ match) ,wangi, n ‘ royal (aku benci cwo pelit-medit,hahaha), trz aku suka sifat cwo yang susah w jelasin di sini (masalah hati,hehe klo kata ussy nyanyi ‘klik’),,,
Oia wajib islam masalah suku ato ras (itu nanti ajah kita bicarakan yachhh)
Just it 

Produk dan jasa UKM

Nama : Lilis Dwi KW
NPM : 30208733
Kelas : 3 DD03

Produk dan jasa UKM
Ritel Moderen Ramai-Ramai Gandeng
Sumber: Detik Finance
Jakarta -Setidaknya ada lima ritel moderen yang tengah mengembangkan program percontohan (pilot project) ‘Pojok Demo Sahabat UKM’. Pojok UKM ini berfungsi untuk memfasilitasi produk-produk baru dan non-baru usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memamerkan stand khusus di ritel moderen.
Lima ritel itu antara lain Hypermart, Giant, Tip Top, Alfamart, dan Indomaret. Program ini merupakan dalam rangka memfasilitasi akses produk UKM baru yang masuk ke pasar moderen, termasuk meningkatkan kualitas dan daya saing. Untuk tahap awal program ini diikuti oleh 54 UKM terpilih termasuk bidang makanan dan minuman.
“Ini untuk meningkatkan daya saing, mutu dan memfasilitasi produk UKM masuk ke pasar ritel moderen,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara peluncuran pojok demo sahabat UKM di kawasan Hypermart Puri Indah Kembangan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Dikatakannya sebagai program percontohan, pojok UKM ini akan berlangsung selama 6 minggu dari tanggal 23 Desember 2009 hingga 7 Februari 2010. Rencananya jika berhasil akan terus dilanjutkan, dan bisa diperluas ke banyak ritel moderen lainnya dari anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Mari juga menjelaskan saat ini setidaknya ada 40.000 pemasok yang memasok di pasar moderen dari seluruh gerai ritel moderen yang mencapai 10.000 gerai. Dari jumlah pemasok itu, lanjut Mari, baru sebanyak 30% yang telah diisi oleh para UKM dari berbagai produk.
“Kita harapkan bersama-sama Aprindo bisa meningkat 5-10% per tahunnya,” katanya.

Jasa internet digunakan sebagai sarana promosi jasa atau produk yang ditawarkan oleh UKM. Sebagai contoh misalnya UKM di bidang rent car (persewaan kendaraan) bisa mempromosikan jasanya melalui website atau juga melalui mailing list. mailing list adalah suatu forum diskusi berbasis e-mail mengenai suatu topik tertentu. Orang-orang atau pihak-pihak yang tergabung dalam suatu mailing list tertentu biasanya mempunyai satu kesamaan tujuan dan juga kesamaan minat tertentu. Sebagai contoh ada mailing list mengenai balita atau mailing list ayah bunda yang isinya mengenai seputar pasangan muda yang baru mempunyai anak. Anda misalnya seorang pengusaha UKM di bidang pakaian bayi, Anda bisa menawarkan produk Anda ke mailing list yang sudah disebutkan tadi. Dengan demikian promosi bisa lebih fokus kepada target audience tertentu dan relevan dengan produk yang Anda tawarkan. Sebagai kesimpulan promosi disini bisa dilakukan melalui berbagai cara yaitu:
• Website, Anda bisa membuat website bagi jasa atau produk yang Anda jual dan masukkan website tersebut ke dalam search engine. Ukurlah seberapa efektif promosi Anda melalui website. Ini bisa dilihat dengan mengamati statistik pengunjung website Anda atau juga dari feedback yang masuk melalui website Anda.
• Mailing list, Anda bisa mengirimkan promosi jasa atau produk Anda dalam bentuk e-mail ke mailing list yang relevan dengan yang Anda tawarkan. Caranya mudah sekali. Anda bisa menuju ke www.yahoogroups.com dan cari mailing list yang relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan dan kemudian ikutlah bergabung dengan mailing list tersebut. Sembari berdiskusi dengan anggota mailing list yang lain maka Anda bisa juga menawarkan produk atau jasa Anda.
• Chat, Anda bisa menggunakan sarana chatting untuk menawarkan produk atau jasa Anda. Chat disini biasanya efektif jika dalam bentuk chat room (bukan private chat). Sebagai contoh Anda bisa membuat chat room di Yahoo! Messenger untuk mengajak orang bergabung dan melihat apa yang Anda tawarkan.
Riset
Fungsi lain dari internet yang tidak kalah pentingnya adalah untuk melakukan riset dan perbandingan. UKM harus memanfaatkan internet untuk riset agar bisa mengetahui seberapa jauh keunggulan produknya dibanding produk sejenis lain yang sudah ada. Fungsi riset disini juga bisa digunakan untuk mencari formula baru untuk memperkuat mutu dari produk atau jasa. Riset juga berguna untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan oleh kompetitor dengan produk yang sejenis dengan yang Anda punya. Senjata utama dari melakukan riset adalah dengan cara memanfaatkan search engine dengan baik. Menggunakan search engine tidaklah sesederhana yang Anda bayangkan. Penggunaan keyword yang tepat akan mempercepat usaha riset Anda di internet dan pada akhirnya juga akan bisa bersaing dengan UKM lain yang belum memanfaatkan internet untuk melakukan riset.

Usaha Kreatif Pigura di Jogjakarton

Pemanfaatan limbah kertas sekali lagi bisa mendatangkan rupiah bagi jiwa-jiwa kreatif. Karton yang selama ini hanya dijadikan kertas pelapis untuk beberapa produk ternyata bisa menjadi produk unik yang bernilai jual. Kreasi kreatif tersebut yang kini ditekuni oleh Saimun dan Novi istrinya dengan mengembangkan peluang usaha bernama Jogjakarton. Dengan menggunakan kertas karton sebagai bahan baku utamanya, Jogjakarton mengembangkan aneka souvenir pigura dengan berbagai ukuran.

Ditemui dirumahnya daerah Jogoyudan JT III Gowongan Jetis Jogja (23/11), Saimun bercerita mulai mengembangkan usaha kerajinan pigura karton tersebut pada tahun 2006. Namun ketika itu usaha yang dijalankan masih join dengan rekan yang lain. Dan mulai tahun 2009, Saimun dan istri tidak lagi terlibat kerjasama dengan rekannya lagi hingga lahirlah Jogjakarton. Usaha yang awalnya dirintis hanya dengan istri tersebut kini mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Terbukti kini Jogjakarton sudah memiliki karyawan bagian produksi untuk membantu memenuhi pesanan yang kian sering berdatangan.

Aneka kerajinan pigura yang diproduksi di Jogjakarton bervariasi bentuk dan ukurannya. Dengan bahan utama kertas karton, berbagai macam pigura dari yang berukuruan 2R hingga 10R diproduksi setiap harinya. Dalam seminggu, Jogjakarton mampu menghasilkan 500 buah pigura dengan berbagai ukuran. Namun jumlah segitu masih bisa bertambah lagi ketika ada pesanan yang datang. Selama ini, Jogjakarton sudah pernah melayani pesanan produk dari Jakarta, Bali, dan Malang.

Pemasaran produk Jogjakarton biasa dilakukan melalui beberapa pameran yang diselenggarakan di kota pelajar Jogja. Selain di pameran-pameran, produk Jogjakarton juga bisa ditemui di Sunday Morning UGM dan beberapa supermarket di wilayah Jogja. Dengan harga yang cukup terjangkau antara Rp. 2.000,00 hingga Rp. 12.000,00 Jogjakarton masih berkeinginan untuk lebih mengembangkan usahanya. Saat ini, Saimun dan Novi istrinya mulai mengembangkan variasi produk lain selain pigura seperti kotak tissue dan kotak asesoris. Selain itu, untuk lebih mempercantik produknya, mereka berkeinginan untuk menambahkan bahan alam sebagai bagian dari pigura-piguranya.

Sekian liputan dari kami, semoga liputan bisnis mengenai usaha kreatif pigura di Jogjakarton dapat menjadi inspirasi bagi Anda. Salam sukses.

Sumber: Tim Liputan BisnisUKM

Membangun Strategi Pemasaran Usaha Kecil

Permasalahan mendasar yang sering dihadapi pemilik Usaha Kecil adalah lemahnya penetrasi pasar dan kurang luasnya jangkauan wilayah pemasaran. Karena itu untuk memajukan usaha kecil yang memiliki daya saing yang kuat adalah dengan membangun strategi pemasaran yang baik dan tepat sasaran. Pemasaran merupakan upaya mengatur strategi dan cara agar konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk menggunakan produk atau jasa yang dimiliki sebuah perusahaan, dalam hal ini usaha kecil dan menengah. Dengan strategi pemasaran yang baik posisi usaha kecil dan menengah menjadi kuat dan patut diperhitungkan dalam kegiatan ekonomi nasional yang akhirnya membawa keuntungan bagi usaha tersebut.
Strategi pemasaran berkaitan dengan bagaimana cara meyakinkan pembeli/pelanggan terhadap produk yang akan dijual. Untuk dapat meyakinkan pembeli si penjual harus memiliki keyakinan bahwa produk yang dijual memang patut dibeli. Karena itu perlu dipertimbangkan beberapa aspek dalam menentukan strategi pemasaran yang akan dijalankan.
Tujuan Pemasaran
Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai oleh perusahaan melalui bagian pemasaran
1. titik awalnya adalah konsumen target
2. fokusnya adalah kebutuhan konsumen
3. sasarannya adalah laba melalui kepuasan konsumen
4. caranya melalui paduan antara promosi dan komunikasi pemasaran komunikasi pemasaran terpadu
Tujuan pembinaan UKM adalah untuk mengembangkan UKM menjadi lebih besar. Ada dua aspek pembinaan UKM yang harus diperhatikan adalah : 1. Sumber Daya Manusia (SDM). Yaitu Apakah dapat meningkatkan kualitas SDM atas usaha sendiri atau dorongan dari pihak luar. 2. Pengelolaan dalam arti praktik bisnis yang terdiri atas beberapa hal antara lain :
• Berencana
• Dilaksanakan
• Pengawasan

Tinjauan Pemasaran Usaha Kecil Menengah (Tugas Ke-3)

Pengantar

Dewasa ini keberadaan sentra telah mencapai lebih dari 1.050 unit yang tersebar di seluruh tanah air. Kondisinya beragam, baik dari segi skala ekonomi, maupun potensi dan kapasitas kelembagaannya untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Populasi dan keragaman yang cukup besar tersebut, membawa implikasi yaitu kebijakan untuk menumbuhkan sentra menjadi klaster industri yang dinamis tidak bisa lagi diseragamkan, “one for all” atau monolitik. Kearah itu, diperlukan langkah untuk menemukan (fact finding) tentang keberadaan faktor-faktor yang secara langsung maupun tidak, berpengaruh terhadap beroperasinya klaster sebagai entitas usaha. Identifikasi ini akan membantu kita untuk memberi prioritas perhatian terhadap sejumlah faktor yang nyata-nyata menentukan daya hidup (viability) klaster. Sebaliknya, kegagalan dalam mengidentifikasi akan menyulitkan kita dalam menawarkan konsepsi ataugrand strategi dalam penumbuhan klaster dalam jangka panjang.


Tinjauan Umum Keberadaan Klaster UKM
Klaster adalah konsentrasi geografis antara perusahaan-perusahaan yang saling terkait dan bekerjasama, diantaranya melibatkan pemasok barang, penyedia jasa, industri yang terkait, serta sejumlah lembaga yang secara khusus berfungsi sebagai penunjang dan atau pelengkap. Hubungan antar perusahaan dalam klaster dapat bersifat horisontal atau vertikal. Bersifat horisontal melalui mekanisme produk jasa komplementer, penggunaan berbagai input khusus teknologi atau institusi. Sedangkan sifat vertikalnya dilakukan melalui rantai pembelian dan penjualan. Manfaat keberadaan klaster secara teoretik maupun empirik telah dikemukakan dalam sejumlah publikasi (Porter2, Scorsone3, Rahardjo4). Klaster industri akan meningkatkan produktivitas karena kebutuhan UKM dalam mengakses atau memperoleh sumber daya dapat terkonsentrasi di satu tempat. Hal ini membantu meringankan biaya transaksi (transaction costs). Sumber daya produktif yang dimaksud dapat berupa teknologi, informasi, sumber daya manusia, kapital, atau sumber daya lainnya. Selain itu, konsentrasi dan interaksi yang tinggi antar sesama UKM dalam klaster akan memperlancar proses penyebaran dan pertukaran informasi, pertukaran pengalaman dan sebagainya. Di sejumlah klaster bahkan bermunculan perkumpulan profesi, baik formal atau pun informal yang akan mempercepat penyebaran pengetahuan. Ide-ide dan praktek-praktek terbaik, yang segera menyebar dengan cepat dalam klaster. Di samping itu, ada peningkatan parameter kinerja baru yang muncul sehingga semakin menumbuhkan suasana berkompetisi diantara UKM dalam klaster tersebut. Kompetisi yang ketat antar UKM dalam klaster memaksa mereka untuk tidak berpuas diri dengan status quo. Alasan inilah yang menjadikan klaster industri seperti Silicon Valley mampu menelurkan karya-karya inovatif tanpa henti (Rahardjo, 2004). Adanya tekanan untuk membangun reputasi yang tinggi, menyebabkan friksi ekonomi sesama UKM,distribusitakan menurun. Keberadaan klaster industri akan mempermudah munculnya bisnis-bisnis baru. Di sejumlah lokasi klaster, sediaan sumber daya produktif, yang semula dimiliki perusahaan besar juga bisa diakses oleh perusahaan start up. Memang diakui, ketersediaan semua sumber daya yang dibutuhkan membuat entry barrier menjadi rendah bagi UKM yang ingin mendirikan bisnis baru. Karena kebutuhan sumber daya sudah tersedia, UKM yang bergabung dengan klaster tidak atau counter productive terhadap kelangsungan usaha UKM. Namun kenyataan di lapangan, mobilitas tersebut justru membawa akibat positif berupa transfer pengetahuan, baik yang bisa diajarkan atau pun yang bersifattacit knowledge, ke perusahaan-perusahaan lain di dalam klaster.


Faktor–Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kelangsungan Hidup Klaster UKM5

Kebijakan pengembangan klaster industri diorientasikan untuk pengelompokan industri dengan satu industri inti yang saling berhubungan intensif dan membentuk kemitraan dengan industri pendukung dan industri terkait. Industri inti adalah industri yang mempunyai keterkaitan erat dengan industri lain dalam suatu klaster, serta sangat berpengaruh terhadap pengembangan klaster itu. Industri pendukung adalah industri yang menghasilkan bahan baku dan penolong bagi industri inti. Sedangkan industri terkait adalah industri yang mempunyai hubungan dengan industri inti karena terjadinya kesamaan dalam penggunaan sumber daya seperti bahan baku, teknologi, SDM, maupun saluran distribusi dan pemasarannya. Selain itu, antara satu klaster dengan klaster lainnya akan berhubungan secara intensif dan membentuk kemitraan yang kemudian menghasilkan produk akhir yang diekspor maupun untuk kebutuhan pasar domestik. Berikut adalah faktor-faktor yang secara tunggal atau berkombinasi, mempengaruhi daya hidup (viability) klaster UKM. Intensitas dan spektrum kekuatan variabel ini beragam, dan hal ini dipengaruhi oeh kondisi internal dan eksternal klaster itu sendiri. Pada kondisi internal, faktor yang berpengaruh antara lain usia kematangan klaster, keragaman usaha (homogeneity), tingkat resiko bisnis diantara UKM di dalamnya, dan probabilitas pelaku usaha dalam klaster akan tetap berafiliasi dengan klasternya. Sedang faktor eksternal, yang menonjol adalah faktor stabilitas ekonomi makro yang mempengaruhi iklim usaha, kelangsungan order, dan pelaku baru (business new entrants) yang memperburuk suasana persaingan pasar, dan last but not least, adalah regulasi pemerintah.

A. Jejaring Kemitraan
Esensi beroperasinya klaster adalah kemitraan antar pelaku bisnis, baik yang di dalam maupun di luar klaster. Kemitraan antar pelaku bisnis dalam klaster membutuhkan instrumen yang jelas, proporsional dan realistis dan hal tersebut harus dapat dibuktikan. Kemitraan di masa lalu berkembang dengan semangat, namun tidak didasari konsepsi yang jelas dan dapat ditangkap oleh pihak-pihak yang bermitra. Prinsip kemitraan yaitu: saling melengkapi, saling memperkuat, saling membutuhkan, dan saling menguntungkan, sesungguhnya merupakan dasar yang kokoh, namun tidak semestinya hanya berhenti sebagai slogan. Pada tiap jenis kemitraan. Harus dibuktikan dan ditawarkan skim-skim yang menjanjikan semua pihak yang bermitra akan memperoleh manfaat dan keuntungan. Apapun pola atau skim yang ditawarkan, adalah perlu untuk mempertimbangkan kelangsungan kemitraan dimaksud untuk jangka waktu yang tidak terlalu pendek, sehingga konsepsi kemitraan tersebut dimatangkan oleh berjalannya waktu dan akumulasi pengalaman di antara pelaku usaha yang bermitra.

B. Inovasi Teknologi
Untuk mencapai daya saing internasional sektor industri, perlu dilakukan upaya transformasi keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, arah pengembangan industri adalah meningkatkan kandungan iptek, baik dalam proses maupun produk. Implementasi secara makro adalah mentransformasikan dari ekonomi berbasis pertanian ke basis industri, lalu meningkat lagi ke ekonomi berbasis teknologi. Konsep klaster merupakan instrumen yang tepat dalam transformasi ini. Pada klaster yang terfokus pada kegiatan manufacturing, maka peran teknologi sangat dominan karena berpengaruh langsung terhadap tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas. Kemampuan robotik, standarisasi, miniaturisasi serta penggandaan (reproduceability) secara sistematik akan menseleksi kemampuan UKM dalam klaster untuk hidup. Sementara itu, teknologi yang inovatif ternyata semakin murah, dengan kecanggihan yang terus meningkat, menyebabkan pelaku usaha baru diuntungkan karena tidak dibebani biaya eksperimen dan riset. Tidakjarang pelaku baru ini menggeser peran dominasi pelaku lama (incumbent) disebabkan karena pelaku baru banyak memanfaatkan inovasi teknologi. Kesenjangan teknologi (technology gap) diantara pelaku klaster UKM, dan tidak adanya pertautan (incompatibility) merupakan hambatan teknologi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan klaster UKM10. Kesulitan lain dalam hal ini adalah resistensi untuk mengadopsi teknologi, melakukan langkah-langkah eksperimen atauexcercise untuk hal-hal yang bersifat inovatif. Klaster peternakan ayam petelur di Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan contoh sukses dalam mengadopsi teknologi. Berawal dari peternakan ayam petelur, sekarang usahanya telah berkembang, melakukan diversifikasi produk untuk memanfaatkan limbah kotoran ayam dengan beternak ikan lele. Klaster tersebut memiliki 2 juta ekor ayam dan menghasilkan limbah berupa 8 ton kotoran ayam per hari. Untuk memecahkan masalah limbah tersebut juga dilakukan pengolahan limbah menjadi biogas dan kompos sebagai bahan pupuk organik. Pada klaster tersebut terdapat 70 unit reaktor biogas.

C. Modal SDM dan Kewirausahaan
Wacana tentang perlunya kualitas SDM yang baik dalam rangka pengembangan klaster UKM, sesungguhnya didorong oleh keinginan kita untuk meningkatkan tiga hal yaitu: produktivitas, daya saing, dan kualitas kerja. Ketiga hal ini dapat dibedakan, namun pada dasarnya merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Pada klaster UKM yang terbentuk secara alamiah, lebih banyak dijumpai kualitas SDM yang belum optimal, sehingga upaya peningkatannya membutuhkan usaha ekstra. Kualitas SDM juga berimbas pada kemampuan wirausaha, baik sebagai ilmu, semangat, sikap maupun perilaku. Kemampuan, inisiatif, pengembangan rasionalitas bisnis, kemampuan mengelola konflik, dan membagi resiko, pada dasarnya akan bermuara pada kematangan dalam pengambilan keputusan secara menyeluruh. Perbaikan dalam faktor ini seringkali buntu karena perilaku kalkulatif yaitu, biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM jauh lebih besar daripada tambahan kemanfaatan yang diperoleh. Dilema inilah yang menghambat perkembangan klaster.

D. Infrastruktur Fisik
Kelancaran beroperasinya klaster UKM ditentukan oleh tersedianya infrastruktur fisik (utamanya fasilitas jalan aspal, listrik dan saluran telepon) secara memadai. Di wilayah Jawa persoalannya tidak serumit dibandingkan dengan lokasi luar jawa, yang berjauhan dengan pusat-pusat pertumbuhan (growth poles)
Sumber: dari internet (google.com)

Eksistensi dan Kinerja UKM di Indonesia

NAMA : LILIS DWI K.W.
KELAS : 3DD03
NPM :30208733

Eksistensi dan Kinerja UKM di Indonesia

Sumber:
- infoukm.wordpress.com
- wartawarga.gunadarma.ac.id
- hariansib.com
- waspada.co.id
- Dasar UKM

Sektor usaha yang ini berperan langsung dengan aktifitas ekonomi masyarakat sehari-hari, bahkan jarang tidak mengalami sentuhan manajemen usaha, tidak seperti lazimnya dalam suatu perusahaan modern yaitu tidak ada pembagian tugas kerja dan sistem pembukuan yang jelas. segala sesuatunya berjalan begitu saja, sebagai suatu komitmen untuk menghidupi keluarga, melayani sesama, memberikan pekerjaan kepada saudara atau tetangga.
fungsi utama UKM dalam menggerakan ekonomi Indonesia, yaitu :
 Sebagai penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang yang tidak tertampung di sektor formal,
 Mempunyai kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB),
 Sebagai sumber penghasil devisa negara melalui ekspor berbagai jenis produk yang dihasilkan sektor ini.
 mendorong pertumbuhan ekonomi lokal , dan
 mendukung upaya pengentasan kemiskinan, dan
ketangguhan UKM yang tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi. Adapun sebab yang bisa mempertahankan UKM pada menghadapi Krisis Ekonomi:
 Sebagian UKM menghasilkan barang-barang konsumsi (consumer goods), khususnya yang tidak tahan lama,
 Mayoritas UKM lebih mengandalkan pada non-banking financing dalam aspek pendanaan usaha,
 Pada umumnya UKM melakukan spesialisasi produk yang ketat, dalam arti hanya memproduksi barang atau jasa tertentu saja, dan
 Terbentuknya UKM baru sebagai akibat dari banyaknya pemutusan hubungan kerja di sektor formal.

Walaupun tak jarang sektor ini paling sering dikelompokkan sebagai kelompok yang tidak memenuhi syarat untuk pelayanan kredit di bidang perbankan sehingga Sering kali mendapat posisi yang lemah pada sumber dana, padahal UKM sangat berperan dalam perekonomian. Tapi keadaan ini tidak menyeluruh kaena sekarang sudah banyak UKM yang mudah mendapatkan sumber dan dari Bank karena memiliki manajemen yang baik.
Ada pihak tertentu yang melayani sektor UKM dalam hal pemenuhan kebutuhan modal kerja atau modal usahanya, baik itu secara individual, sebagai suatu usaha bersama, maupun oleh lembaga keuangan formal. Ada pihak-pihak tertentu yang mengkoordinir penghimpunan dana secara kolektif untuk mendukung penyediaan dana yang pemanfaatannya secara bergulir, ada pula yang secara terang-terangan berperan sebagai rentenir, menyediakan pinjaman uang secara cepat dengan mengenakan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Pihak-pihak tersebut ada yang operasionalnya memiliki landasan hukum, ada pula yang sama sekali tidak.
Credit Union (CU) termasuk pihak atau lembaga yang memberikan secara aktif mengenalkan pecatatan dan perencanaan keuangan kepada masyarakat, sekaligus sebagai sarana rekrutmen dan pembinaan anggotanya.
 Adapun penjelasan keadaan perkembangan Jumlah Unit Usaha:
Tahun 1998, jumlah IK dan IRT di atas 2,5 juta unit, dan merupakan bagian terbesar (99,26%) dari keseluruhan jumlah unit usaha di sektor industri manufaktur. Pada tahun 2000 kelompok usaha ini masih merupakan bagian terbesar, walaupun persentasenya sedikit menurun menjadi 99,10 %. Jumlah IK sendiri pada tahun 2000 tercatat 194 ribu unit lebih yang tersebar di semua subsektor manufaktur. Kelompok-kelompok industri yang menjadi konsentrasi IK adalah industri makanan, minuman dan tembakau , industri tekstil, pakaian jadi dan kulit, dan industri kayu dan barang dari kayu, bamboo, rotan, rumput, dan sejenisnya. IK dan IRT di Indonesia secara tradisional memiliki spesialisasi di jenis-jenis industri yang membuat barang-barang sederhana dengan kandungan teknologi rendah.
Pengusaha : Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin.
Sebagian besar pengusaha IK dan IRT hanya berpendidikan SD ke bawah, sekitar 80,5 %, dan di antaranya 37 % lebih tidak tamat. Sedangkan jumlah pengusaha yang memiliki pendidikan SLTP dan SLTA dan Diploma (D1 dan D2) masing-masing hanya sekitar 11,27 % dan 7,62 %. Yang memiliki D3 ke atas tidak sampai 50 % dari jumlah pengusaha IK dan IRT. Struktur pendidikan dari pengusaha IK dengan yang dimiliki oleh pengusaha IRT tidak jauh berbeda.
Tingkat produktivitas dan kontribusi output adalah suatu variabel penting yang terkait, dalam arti peningkatan produktivitas dari salah satu faktor produksi, sering digunakan sebagai salah satu indikator penting untuk mengukur kinerja tersebut. Modal dan Efisiensi juga faktor terpenting bagi setiap usaha, modal juga terkadang sering menjadi faktor penghambat utama bagi perkembangan usaha atau pertumbuhan output
Ada beberapa masalah yang umum dihadapi oleh pengusaha kecil dan menengah seperti:
 keterbatasan modal keja dan/atau modal investasi,
 kesulitan mendapatkan bahan baku yang kualitas yang baik dan harga yang terjangkau,
 keterbatasan teknologi,
 kurangnya SDM dengan kualitas yang baik (terutama manajemen dan teknisi produksi),
 kurangnya informasi khususnya mengenai pasar, dan
 kesulitan dalam pemasaran (termasuk distribusi).
Dua masalah eksternal yang oleh banyak pengusaha kecil dan menengah dianggap paling serius adalah keterbatasan akses ke bank dan distorsi pasar (output maupun input) yang disebabkan oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan atau peraturan-peraturan pemerintah yang tidak kondusif, yang disengaja maupun tidak disengaja lebih menguntungkan pengusaha besar, termasuk investor asing (PMA).
faktor-faktor yang sangat penting, untuk paling tidak mempertahankan tingkat daya saing global, seperti:
 penguasaan teknologi dan informasi,
 modal yang cukup,
 melakukan inovasi dalam produk dan proses produksi,
 Pembaharuan mesin dan alat-alat produksi,
 melakukan kegiatan promosi yang luas dan agresif,
 Siapkan pekerja dengan keterampilan yang tinggi, dan manajer dengan entrepreneurship dan tingkat keterampilan yang tinggi dalam business management serta memiliki wawasan yang luas.
Kinerja UKM di Indonesia dapat ditinjau dari beberapa asek, yaitu (1) nilai tambah, (2) unit usaha, tenaga kerja dan produktivitas, (3) nilai ekspor. Ketiga aspek tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1. Nilai Tambah
Kinerja perekonomian Indonesia yang diciptakan oleh UKM tahun 2006 bila dibandingkan tahun sebelumnya digambarkan dalam angka Produk Domestik Bruto (PDB) UKM pertumbuhannya mencapai 5,4 persen. Nilai PDB UKM atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1.778,7 triliun meningkat sebesar Rp 287,7 triliun dari tahun 2005 yang nilainya sebesar 1.491,2 triliun. UKM memberikan kontribusi 53,3 persen dari total PDB Indonesia. Bilai dirinci menurut skala usaha, pada tahun 2006 kontribusi Usaha Kecil sebesar 37,7 persen, Usaha Menengah sebesar 15,6 persen, dan Usaha Besar sebesar 46,7 persen.
2. Unit Usaha dan Tenaga Kerja
Pada tahun 2006 jumlah populasi UKM mencapai 48,9 juta unit usaha atau 99,98 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 85,4 juta orang.
3. Ekspor UKM
Hasil produksi UKM yang diekspor ke luar negeri mengalami peningkatan dari Rp 110,3 triliun pada tahun 2005 menjadi 122,2 triliun pada tahun 2006. Namun demikian peranannya terhadap total ekspor non migas nasional sedikit menurun dari 20,3 persen pada tahun 2005 menjadi 20,1 persen pada tahun 2006.
Dalam menghadapi persaingan di abad ke-21 UKM dituntut untuk melakukan restrukturisasi dan reorganisasi dengan tujuan untuk memenuhi permintaan konsumen yang makin spesifik, berubah dengan cepat, produk berkualitas tinggi, dan harga yang murah . Salah satu upaya yang dapat dilakukan UKM adalah melalui hubungan kerjasama dengan Usaha Besar (UB). Kesadaran akan kerjasama ini telah melahirkan konsep supply chain management (SCM) pada tahun 1990-an. Supply chain pada dasarnya merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Pentingnya persahabatan, kesetiaan, dan rasa saling percaya antara industri yang satu dengan lainnya (Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan). Kemitraan tersebut harus disertai pembinaan UB terhadap UK M yang memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. untuk menciptakan ruang pasar tanpa pesaing, yang kemudian memunculkan konsep blue ocean strategy.
Pola kemitraan antara UKM dan UB di Indonesia yang telah dibakukan, menurut UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil dan PP No. 44 Tahun 1997 tentang kemitraan, terdiri atas 5 (lima) pola, yaitu :
1. Inti Plasma,
2. Subkontrak,
3. Dagang Umum,
4. Keagenan, dan
5. Waralaba.
Menurut Keraf (1995) etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok. Dengan demikian, keberhasilan kemitraan usaha tergantung pada adanya kesamaan nilai, norma, sikap, dan perilaku dari para pelaku yang menjalankan kemitraan tersebut.

Manfaat yang dapat diperoleh bagi UKM dan UB yang melakukan kemitraan diantaranya adalah :
1. Meningkatkatnya produktivitas,
2. Efisiensi,
3. Jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas,
4. Menurunkan resiko kerugian,
5. Memberikan social benefit yang cukup tinggi, dan
6. Meningkatkan ketahanan ekonomi secara nasional.
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies